Sudut Hati

Dari hati yang tulus untuk memberikan yang terbaik

Syarat Pinjaman Online Standar Syariah Bebas RibaZaman sekarang jika ditanya di mana tempat paling mudah dan cepat seseorang bisa mendapatkan pinjaman, kebanyakan orang akan menjawab pinjaman online. Wajarlah, karena ada banyak kemudahan yang bisa Anda dapatkan, salah satunya adalah pinjaman tanpa jaminan. Namun, rata-rata jasa pinjaman online dianggap riba, dan hal tersebut dilarang agama.

Secara linguistik, riba bisa diartikan sebagai “tumbuh” dan “membesar”, dan secara umum bisa diartikan sebagai usaha pengambilan tambahan. Mayoritas pinjaman online dianggap riba karena adanya bunga pinjaman atau jumlah nominal pengembalian pinjaman yang lebih besar dari pinjaman pokok.

Bagi mereka yang menghindari riba, sejumlah perusahaan pinjaman online telah memberi jalan keluar dengan menyediakan metode pinjaman dengan standar syariah dan tentu saja bebas riba.

Mekanisme Pinjaman Online Standar Syariah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebenarnya telah mengatur tentang prinsip dan mekanisme pinjaman online standar syariah dengan mengeluarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor 117/DSN-MUI/II/2018. Fatwa tersebut jelas mengatur tentang ketentuan sebuah pinjaman online, yaitu dikatakan halal jika di dalamnya terdapat akad perjanjian dengan standar syariah dan tentunya tanpa mengandung unsur riba.

7 Akad Syarat Pinjaman Online Bebas Riba

MUI sendiri telah merinci tujuh jenis akad perjanjian yang boleh digunakan oleh perusahaan pinjaman online yang berstandar syariah dan bebas riba sebagai syarat menawarkan pinjaman ke masyarakat, antara lain Akad al-bai, Akad ijarah, Akad musyarakah, Akad mudharabah, Akad qardh, Akad waknlah, dan Akad wakalah bi al-ujrah.

  • Akad al-bai:

Disebut juga akad jual beli antar penjual dan pembeli. Dalam aktivitas ini akan terjadi perpindahan kepemilikan obyek (barang dan harga).

  • Akad ijarah:

Disebut juga akad pemindahan manfaat atau hak guna atas jasa atau barang dalam kurun waktu tertentu dengan pembayaran upah.

  • Akad musyarakah:

Terdapat suatu usaha tertentu yang melibatkan akad kerja sama antara dua belah pihak atau lebih, dengan catatan setiap pihak harus berkontribusi memberikan dana modal usaha. Pembagian keuntungan harus dilakukan secara adil dan proporsional sesuai kesepakatan, sementara kerugian juga harus menjadi tanggungan semua pihak secara proporsional.

  • Akad mudharabah:

Disebut juga akad kerja sama untuk suatu usaha tertentu yang melibatkan pemilik dengan pihak pengelola. Pemilik modal diharuskan menyediakan seluruh modal, sedangkan pengelola bertugas mengelola dana modal tersebut. Dalam hal ini, keuntungan usaha diatur pembagiannya sesuai kesepakatan dalam akad, sementara kerugian ditanggung oleh pemilik modal.

  • Akad qardh:

Disebut juga akad pinjaman yang melibatkan dua pihak yaitu pemberi dan penerima pinjaman. Ketentuannya, si penerima pinjaman diharuskan mengembalikan dana pinjaman yang ia terima sesuai dengan kesepakatan dalam akad (waktu dan cara pengembalian).

  • Akad waknlah:

Disebut juga akad pelimpahan kuasa yang melibatkan dua pihak yaitu pemberi kuasa dan penerima kuasa. Pemberi kuasa akan memberikan kuasa kepada penerima kuasa untuk melakukan perbuatan hukum tertentu.

  • Akad wakalah bi al-ujrah:

Disebut juga akad penyerahan atau pendelegasian atau pemberian mandat yang akan disertai dengan pemberian imbalan berupa fee.

Adanya mekanisme pinjaman online dengan standar syariah ini diharapkan akan membantu Anda yang ingin memperoleh pinjaman bebas riba. Dengan pinjaman modal usaha ataupun dana kebutuhan pribadi yang sesuai syariah, Anda pun bisa lebih tenang karena semua proses yang ditempuh tidak bertentangan dengan aturan agama.

Langkah selanjutnya, tentu saja dengan memilih perusahaan jasa pinjaman online berstandar syariah yang banyak tersedia di Indonesia. Jangan lupa, carilah perusahaan pinjaman online yang sudah berizin OJK, seperti Finmas.