Stop DENGKI…

Apa kabar semua Brader ‘n Sista..lama yach gak jumpa. Semoga tetap sehat dan bisa beraktifitas dengan baik. Btw, beberapa saat yang lalu saya mendapatkan sebuah sms dari temen lama saya. Sebenarnya bukan cuma sekali itu dia berkirim sms, sampai saat sekarangpun dia masih rajin berkirim sms pada saya dan teman-teman lainnya. Isi sms nya berisi pesan-pesan yang penuh dengan pelajaran hidup.  Tentu saja secara pribadi saya sudah pernah mengetahui apa yang disampaikannya. Namun tentu saja itu bagus buat selalu saling mengingatkan. Saya salut akan ketekunan dia, atas usahanya yang tampak kecil namun sunggu sangat besar manfaatnya.  Berikut adalah salah satu sms yang dia kirim ke saya, yang kebetulan juga dikirim pada hari Jum’at.

3 sifat yang harus dihindari kita sebagai hamba Allah SWT: Takabbur, Tamak, & Dengki. Yakinlah ketiganya akan membawa kita pada kerugian haqiqi.

Sungguh, pesan pendek yang sangat berarti buat saya. Rasanya akan sangat panjang kalo kita ngobrol-ngobrol tentang ketiganya; takabbur, tamak, & dengki secara bersamaan saat ini. Mari kita ngobrol salah satunya saat ini, yaitu dengki.  Menurut saya dengki inilah yang sepertinya sedang mewabah di negeri kita.

Ada tulisan bagus yang saya sharing dengan para brader ‘n sista tentang dengki ini (selengkapnya bisa dilihat di sini).

Dalam bahasa sarkasme, orang pendengki adalah orang yang senang melihat orang lain dilanda bencana. Jahat banget yach. Ia nggak rela banget lihat orang lain bahagia, malah bahagia kalo lihat  orang lain sengsara.

Banyak dari kita yang nggak mampu mengelak dari sifat iri dan dengki. Dengki kepada rekan yang baru naik jabatan, tetangga yang punya mobil mewah, saudara yang anaknya sarjana,  ustadz yang memiliki murid yang pintar dan lain sebagainya.

Biasanya rasa dengki dan iri itu tumbuh manakala orang lain menerima nikmat. Saat seseorang mendapatkan nikmat, maka akan ada dua sikap pada manusia. Pertama, ia benci terhadap nikmat yang diterima kawannya dan senang bila nikmat itu hilang daripadanya. Sikap inilah yang disebut hasud, dengki dan iri hati. Kedua, ia tidak menginginkan nikmat itu hilang dari kawannya, tapi ia berusaha keras bagaimana mendapatkan nikmat semacam itu. Sikap kedua ini dinamakan ghibthah (keinginan). Yang pertama itulah yang dilarang sedang yang kedua diperbolehkan.

Sebab-sebab Dengki

Pada dasarnya rasa dengki tidak timbul kecuali karena kecintaan kepada dunia. Biasanya nih, dengki banyak terjadi di antara orang-orang terdekat; antar keluarga, teman sejawat, tetangga dan orang-orang yang berdekatan lainnya. Kenapa? Karena rasa dengki itu timbul jika saling berebut pada satu tujuan. Dan itu tak akan terjadi pada orang-orang yang saling berjauhan, karena pada keduanya tidak ada ikatan sama sekali. Ya nggak?

Ada beberapa hal yang mengakibatkan dengki antar sesama, antara lain;

1.        Permusuhan. Ini adalah penyebab kedengkian yang paling parah. Ia tidak suka orang lain menerima nikmat. Permusuhan tidak saja terjadi antara orang yang sama kedudukannya, tetapi juga bisa terjadi antara atasan dan bawahannya.

2.        Ta’azzuz (merasa paling mulia). Ia keberatan bila ada orang lain melebihi dirinya. Ia takut apabila koleganya mendapatkan kekuasaan, pengetahuan atau harta yang bisa mengungguli dirinya.

3.        Takabbur atau sombong. Ia memandang remeh orang lain dan karena itu ia ingin agar dipatuhi dan diikuti perintahnya

4.        Ta’ajub dan heran terhadap kehebatan dirinya.

5.        Takut mendapat saingan. Karena itu setiap kelebihan yang ada pada orang lain selalu ia tutup-tutupi.

6.        Ambisi memimpin (hubbur riyasah). Hubbur riyasah dengan hubbul jah (senang pangkat/kedudukan) adalah saling berkaitan. Ia tidak menoleh kepada kelemahan dirinya, seakan-akan dirinya tak ada bandingnya. Jika ada orang di pojok dunia ingin menandinginya, itu menyakitkan hatinya. Karenanya ia akan mendengkinya dan menginginkan lebih baik orang itu mati saja, atau paling tidak hilang pengaruhnya. Parah banget yach…..

7.        Kikir dalam hal kebaikan terhadap sesama hamba Tuhan. Model begini nih bakal gembira saat tahu bahwa si fulan tidak berhasil dalam usahanya. Nah, kalo si fulan berhasil, nih orang bakalan sedih dech. Dalam otaknya yang terpikir adalah; biar aja ia tidak dapat nikmat/sesuatu itu asal orang lain tidak juga mendapatkannya. Ia tidak saja kikir dengan hartanya sendiri, tetapi kikir dengan harta orang lain. Nggak rela dia kalo Tuhan memberi nikmat kepada orang lain. Dan inilah sebab kedengkian yang banyak terjadi.

Kiranya semoga kutipan-kutipan ilmu  di atas  memberikan penyegaran bagi kita semua, amiennn…..

Popularity: 12% [?]

About suduthati

Yang Ini Juga Menarik, Silahkan Dinikmati