Apa kabar semua brader ‘n sista. Lama yach saya nggak posting..hehhehe..maaf, lagi ngerjain yang lain-lain. Ini aja minggu depan bakal ke luar kota selama semingguan, mungkin nggak bisa aktif selama kurun waktu itu. Kali ini saya sempetin corat-coret dech. Apa ada kaitannya dengan keluar kota? Secara langsung tidak, tapi sebenarnya ada. Lho,,,,mbulet. hihiiiihi. Baiklah, kali ini saya mau corat-coret tentang Bahayanya penggunaan Handphone/HP sambil berkendara. Nah tuh kan, ada kaitannya…
Gini lho brader ‘n sista. Sebenarnya udah lama saya geregetan dan dongkol dengan orang yang ber HP ria saat berkendara, baik itu roda 2,3, 4, atau lebih. Kenapa? Udah banyak contoh kejadian KECELAKAAN gara-gara hal ini. Bahkan salah satu teman saya juga kecelakaan gara-gara ditabrak seorang cewek ABG yang berkendara sambil SMS. Suatu hari pun saat saya sedang nunggu antrian di PLN tiba-tiba gubraakkkkkkkkkk…seorang abg cewe nyosor nyium trotoar. Tahu kenapa? Tuh cewe ambil jalur pinggir kanan kearah berlawanan sambil SMS an ria. Nyosor-nyosor dach.
Terasa nggak brader ‘n sista apa yang lagi bergolak didada saya sambil nyorat-nyoret ini? Terus terang saya geram lho, apalagi saat suatu hari saya nonton acaranya Oprah Show di Metro TV yang membahas tentang ‘texting while driving’. Disana dihadirkan beberapa fakta dan kejadian. Berkali-kali dibeberapa kesempatan ngobrol-ngobrol bareng teman-teman maupun saat ON AIR saya bilang; Elu mau nelpon sambil nungging kek, mau SMS sambil nyengir-nyengir kuda kek terserah elu. Yang penting tindakan elu nelpon atau SMS sambil berkendara tidak merugikan bahkan membahayakan orang lain! Elu mau nyosor trotoar kek, mau ancur gigi-gigi elu, mau lebam-lebam, mau patah, mau mati dah sekalian, itu terserah elu. Itu pilihan elu. Sekali lagi yang penting; tidak merugikan bahkan membahayakan orang lain. Nah, yang banyak terjadi adalah; Banyak orang yang nggak berdosa kecelakaan, patah bahkan sampai meninggal dunia gara-gara orang (mungkin juga kita) yang seenaknya saja berkendara. Coba bayangkan kalo itu terjadi sama kita sendiri.
Sebenarnya malah kalo kita mau lebih jujur lagi, meski saya bilang tidak merugikan atau membahayakan orang lain, sebenarnya anda sudah merugikan. Siapa coba? Tentu saja orang-orang terdekat kita; bapak, ibu, saudara-saudara. Saya sekarang tanya; motor atau mobil itu emang anda yang beli sendiri? Orang tua? Nah tuh. Meski juga anda sendiri yang beli, emangnya anda mau terus hancur-hancurin? Kalo iya, tuh banyak jembatan atau pohon asam, hantamkan sajalah. Apakah anda tidak sayang sama jiwa anda sendiri? Tidakkah anda sayang dan memikirkan orang-orang terdekat anda? Kalo anda langsung mati sih, mungkin ‘lebih baik’. Mereka tinggal nguburkan anda. Tapi kalo anda luka dan dirawat di rumah sakit dan sebagainya? Masih juga mereka yang mesti merawat anda. Jadi apa intinya? Meski anda bilang tidak merugikan orang lain, tidak ada yang kena tabrak atau terlanggar oleh anda, tetap saja anda merugikan dan merepotkan orang lain.
Sekarang coba bayangkan jika ternyata malah ada orang, bahkan lebih dari 1 orang, yang kecelakaan karena anda! Bahkan sampai ada yang harus meninggal karena anda? Tidakkah anda sadar bahwa anda sudah jadi PENYIKSA orang lain, bahkan PEMBUNUH? Sadar dan tobatlah.
Sebenarnya beberapa lama ini di Indonesia sudah ada undang-undang yang mengaturnya. Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan. Pasal yang mengatur mengenai larangan berponsel adalah pasal 283 dimana pada intinya pengemudi harus berkonsentrasi saat dijalan:
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
Secara pribadi saya pikir ini masih terlalu ringan mengingat korban jiwa yang bisa ditimbulkan. Namun ini juga sudah lebih baik daripada tidak ada. Sekarang tinggal bagaimana kesadaran dan komitmen para aparat hukum menegakkannya.
Baiklah, untuk mengakhiri coretan saya ini saya ungkapkan fakta lain tentang menggunakan HP saat berkendara ini.
1) Menggunakan HP saat berkendaraan ternyata jauh lebih berbahaya daripada berkendaraan saat mabuk.
2) Ber SMS saat berkendara 6 (enam) kali lebih memungkinkan menyebabkan kecelakaan dibandingkan berkendara saat mabuk.
3) Hampir 23% kecelakaan disebabkan oleh menelpon pake HP saat berkendara.
4) Berkendara sambil menelepon bisa membuat otak bereaksi (meski masih remaja) seperti otak para manula yang berusia 70 tahun.
OK dech..semoga coretan asal ini bermanfaat dan menggugah kesadaran kita semua. Bukan HP nya yang lantas disalahkan dan dibuang. Itu namanya OON bin Ngawur. Konsentrasi, itu yang penting. Jangan sok gaya-gaya an lah. Ini malah ada yang ber HP ria, plus yang lain-lain, pake lipstick segala. Ampyunnn dech. Sekali lagi ini juga lebih pada yang sedang pegang kemudi, baik roda 2,3,4 ataupun lebih. Yang dibonceng atau yang menumpang sih, ya silahkan aja selama tidak malah mengganggu. Entah kalo nanti ada hukum atau undang-undang yang lebih ketat lagi. Mari sayangi jiwa kita masing-masing, dan mari kita hargai dan hormati jiwa orang lain. Mohon koreksinya para brader ‘n sista….
Popularity: 20% [?]









I have to show this article to my friends who like texting while driving
info yang sangat bermanfaat.. iya beberapa minggu yang lalu saya juga pernah melihat seorang pengendara motor kecelakaan.. saat ditolong ternyata penyebabnya, dia nerima telpon waktu nyetir
Sekedar nambahin… Kalo kepaksa mau SMS, mending stop dulu aja kali ya. Lebih safety kan…
Semoga para pelakunya cepet sadar ya…
Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…
Betul tuh, menggunakan hp sambil berkendara bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain…
Wahhhh..
perlakuan ini semakin banyak terlihat, apalagi semenjak ada gadget Blackberry.
Jujur saya sendiri terkadang sering berlaku seperti ini, ternyata memang sangat – sangat berbahaya ya..
Alo semua Brader ‘n Sista tercinta…apa kbr semua? sorry nih baru OL lagi stelah 1 minggu off, abis liburan, refreshing.
Btw, bener banget..jauh lebih baik kalo ber HP ria stop dulu kalo berkendara, terutama SMS tuh. Bahayanya bukan hanya diri sendiri, tapi malah ke orang lain. Gregetan saya..tak gigit aja dach kupingnya yang bandel…hihhihihi..
hmm.. boleh juga tipsnya yg diatas tuh .
moga hidup tambah berkah
info yang menarik kawan, berkendara sambil nelpon skarang dah da peraturannya, saya juga pernah di STOP ma POLISI
kalo lagi naik mobil terus ada panggilan masuk di hape, mending kasih ke orang sebelah buat diangkat ato kalo gak, nunggu sampai lokasi tujuan baru telpon balik. kalo naik motor sambil telponan ato baca sms, ini yang repot….
Salam Kenal…komentar dr Malaysia
Dan sayangnya hal ini suka dicontohkan dalam film-film.
safe driving! greetings from Manila! ( ;
wah waah, bahaya memang , .
artikel yg bagus
gni aja,,,
smua kan harus pada tempatnya,,,
BAB juga pada tempatnya,,,
berarti smsan juga harus tepat pada tempatnya,,,,
I was profoundly excited to notice this site.I wanted to salute you for your time for this neat read!! I really enjoyed every little bit of it and I have you saved to check out the new work on you website.
HI
Bahaya Menggunakan Handphone/Ponsel Sambil Berkendara
Wow! what an idea ! What a concept ! Beautiful nice and useful!.. Amazing …
thank you!